Penataan Lingkungan Kelas yang Kondusif Baik Fisik Maupun Nonfisik
A. Penataan Fisik Kelas yang Kondusif
Kelas merupakan taman belajar bagi siswa dan menjadi tempat mereka,
bertumbuh dan berkembang baik secara fisik, intelektual maupun
emosional.Oleh karena itu kelas harus dikelola sedemikian rupa sehingga
benar-benar merupakan taman belajar yang menyenangkan. Adapun ciri-ciri
umum kelas yang kondusif yaitu rapi, bersih, sehat, tidak lembab, cukup
cahaya yang meneranginya, sirkulasi udara cukup, perabot dalam keadaan
baik, ditata dengan rapi, dan jumlah siswa tidak lebih dari 40 orang.
Menurut
Winzer (Winataputra, 1003: 9.9) menyatakan bahwa pengelolaan kelas
adalah cara-cara yang ditempuh guru dalam menciptakan lingkungan kelas
agar tidak terjadi kekacauan dan memberikan kesempatan kepada siswa
untuk mencapai tujuan akademis dan sosial . Dan salah satu bentuk
pengelolaan kelas adalah dengan mengatur penataan tempat duduk siswa.
Salah satu prinsip umum adalah bahwa siswa atau murid seharusnya
memiliki ruang yang cukup untuk bekerja dengan nyaman. Menurut Joachim
2002, ada tiga penataan tempat duduk yang bisa digunakan didalam kelas.
Antara lain :
- Tempat duduk berbaris-baris. Penataan tempat duduk inio effektif
untuk pengajaran seluruh kelas tetapi tidak efektif untuk kerja kelompok
kecil atau diskusi kelas.
- Tempat duduk semi baris. Penataan tempat duduk yang cocok untuk
kerja kelompok kecil tetapi kurang cocok untuk pengajaran seluruh kela
dan diskusi kelas.
- Tempat duduk letter U. Penataan tempat duduk yang cocok untik
pengajaran seluruh kelas tetapi tidak cocok untuk kerja kelompok kecil.
Dalam menajemen kelas yang efektif, lingkungan fiik merupakan faktor
yang sangat penting. Oleh karena itu, lingkungan fisik harus dapat
ddesain secara baik dan lebih dari sekedar penataan barang-barang
dikelas. Menurut Everston et al (2003) terdapat empat prinsip umum yang
dapat dipakai dalam menata kelas, yaitu :
1. Kurangi kepadatan ditempat lalu lalang.
2. Pastikan bahwa guru dapat dengan mudah melihat semua anak.
3. Materi pelajaran dan perlengkapan anak harus mudah diakses.
4. Pastikan siswa dengan mudah melihat semua presentasi kelas.
Sedangkan
menurut Loisell (Winataputra, 2003) Adapun prinsip-prinsip yang perlu
diperhatikan oleh seorang guru dalam menata lingkungan fisik kelas
adalah sebagai berikut :
1. Visibility ( Keleluasaan Pandangan)Visibility
artinya penempatan dan penataan barang-barang di dalam kelas tidak
mengganggu pandangan siswa, sehingga siswa secara leluasa dapat
memandang guru, benda atau kegiatan yang sedang berlangsung. Begitu pula
guru harus dapat memandang semua siswa kegiatan pembelajaran.
2. Accesibility (mudah dicapai)Penataan ruang harus dapat
memudahkan siswa untuk meraih atau mengambil barang-barang yang
dibutuhkan selama proses pembelajaran. Selain itu jarak antar tempat
duduk harus cukup untuk dilalui oleh siswa sehingga siswa dapat bergerak
dengan mudah dan tidak mengganggu siswa lain yang sedang bekerja.
3. Fleksibilitas (Keluwesan)Barang-barang
di dalam kelas hendaknya mudah ditata dan dipindahkan yang disesuaikan
dengan kegiatan pembelajaran. Seperti penataan tempat duduk yang perlu
dirubah jika proses pembelajaran menggunakan metode diskusi, dan kerja
kelompok.
4. KenyamananKenyamanan disini berkenaan dengan temperatur ruangan, cahaya, suara, dan kepadatan kelas.
5. KeindahanPrinsip
keindahan ini berkenaan dengan usaha guru menata ruang kelas yang
menyenangkan dan kondusif bagi kegiatan belajar. Ruangan kelas yang
indah dan menyenangkan dapat berpengaruh positif pada sikap dan tingkah
laku siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
Selain
seperti yang disebutkan diatas, sebaiknya guru juga mempertimbangan pula
pada aspek biologis seperti, postur tubuh siswa, dimana menempatkan
siswa yang mempunyai tubuh tinggi dan atau rendah. Dan bagaimana
menempatkan siswa yang mempunyai kelainan dalam arti secara psikologis,
misalnya siswa yang hiper aktif, suka melamun, dan lain sebagainya
sehingga penataan lingkungan kelas dapat dikondisikan seefektif mungkin.
B. Menciptakan Suasana Kelas yang Kondusif.
Salah satu faktor penting yang dapat memaksimalkan kesempatan
pembelajaran bagi anak adalah penciptaan lingkungan atau suasana
pembelajaran yang kondusif. Lingkungan pembelajaran dalam hal ini adalah
segala sesuatu yang berhubungan dengan tempat proses pembelajaran
dilaksanakan. Sedangkan kondusif berarti kondisi yang benar-benar sesuai
dan mendukung keberlangsungan proses pembelajaran.
Menurut Naim
(2009), ada dua aspek penting yang perlu dikembangkan oleh seorang guru
sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang kondusif bagi siswa, yaitu
pribadi guru dan suasana pembelajaran. Perpaduan kedua aspek tersebut
akan menjadikan dimensi inspiratif semakin menemukan momentum untuk
mengkristal dan membangun energi perubahan positif dalam diri siswa.
Kepribadian guru sebagai orang dewasa dapat menjadi model sekaligus
pengarah dan fasilitator belajar yang tercermin dari suasana atau iklim
pembelajaran yang diciptakan di dalam kelas. Kedua aspek ini, pada
gilirannya akan mampu mengakumulasi potensi diri para siswa untuk
semakin meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya.
Adapun
lingkungan nonfisik (suasana) yang perlu diciptakan oleh seorang guru
demi terselenggaranya kelas yang kondusif yaitu sebagai berikut :
- Interaksi siswa dengan guru serta siswa dengan siswa lainnya.
Kembangkan interaksi yang nyaman antara guru dengan siswa maupun siswa
dengan siswa lainnya. Interaksi ini hanya bisa terjalin kalau guru
menggunakan cara PAKEM dalam pembelajaran. Kalau guru hanya menggunakan
cara mengajar ceramah, dapat dipastikan interaksi antar siswa akan
terbatas.
- Buatlah aturan, tata tertib, etika, yang disepakati oleh semua
siswa. Aturan yang dibuat secara demokratis ini menjadi bagian yang
mengikat dan memberi keuntungan kepada semua warga kelas
- Kenyamanan kelas sebagai tanggung jawab bersama. Sampaikan kepada
semua siswa bahwa kenyamanan kelas menjadi tanggung jawab bersama.
Seminggu sekali ajaklah siswa mendisain dan mengatur ruang kelasnya.
Kegiatan ini dapat dilakukan seminggu sekali, misalnya dilakukan pada
hari sabtu sebelum pulang sekolah. Bahas dengan mereka apa yang perlu
ditambahkan di kelas dan apa yang perlu dikurangi.
- Refleksi. Tugaskan kepada setiap siswa untuk menuliskan refleksinya
mengenai ruang kelas mereka. Melalui refleksi ini guru akan memahami
pakah ruang kelasnya ini sudah kondusif untuk pembelajaran atau belum.